Mencakup Segala Hal Mengenai Informasi Olahraga dan Aktivitas Kuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan

For Advertisement

Perjalanan Menekuni Hobi


Perjalanan Menekuni Hobi

Assalamu’alaikum Warahhmatullahi Wabarakatuh
            Bismillahirrahmanirrahim perkenalkan saya Juliyan Syahputra Siregar yang berasal dari Sumatera Utara yang merupakan salah satu mahasiswa Universitas Negeri Semarang jurusan Phisycal Education angkatan 2016. Saya disini akan sedikit menceritakan tentang perjalanan saya menekuni hobi dari SD hingga saat ini yang hobi saya sering berganti- ganti dan ketika saya SMA hingga saat ini saya menekuni hobi yang sama
            Awal mulanya saya berlatih menekuni hobi pencak silat pada kelas 4 SD, sejak kelas 4 SD saya berlatih pencak silat seminggu 3 kali dan hobi ini hanya berlangsung kurang lebih hanya sekitar kurang lebih 6 bulan saja. Pada saat itu saya sudah bosan untuk menekuni hobi saya ini, kemudian saya berganti dengan olahraga sepak bola, saya suka sepak bola namun di daerah saya tidak ada SSB (Sekolah Sepak Bola) saya hanya bermain sesuka hati bersama teman-teman tanpa adanya pelatih. pada saat saya kelas 5 SD saya mewakili sekolah dalam perlombaan PORSENI tingkat daerah dan saat itu tim sekolah saya kalah di semifinal sehingga tidak dapat mengikuti ketingkat selanjutnya. Hobi saya ini saya tekuni sampai lulus sekolah dasar jarangnya kompetisi sepak bola di daerah saya sehingga saya tidak berminat lagi bermain sepak bola dan saya berganti di cabang olahraga lain
            Saat SMP kelas VII saya berkeinginan menjadi seorang atlet bulutangkis dan ingin menjadi yang seperti yang saya idolakan pada saat itu ialah pemain nasional Tunggal Putra yaitu Taufik Hidayat. Kemudia orang tua saya mengijinkan dan memasukkan saya di tempat pelatihan bulutangkis di daerah saya. 4 kali dalam seminggu saya berlatih dengan adanya pelatih tetapi tetap membuat saya masih kurang dalam bermain bulutangkis sehingga ketika tidak ada jadwal latihan saya dan teman-teman bermain bulutangkis. Setahun saya mengikuti latihan bulutangkis saya dan tim bermain di kejuaraan griya open yang berada di ibu kota provinsi di sumatera utara yang tepatnya di daerah Medan yang di ikuti pemain yang berasal dari kabupaten yang ada di provinsi sumatera utara, pada saat kejuaraaan berlangsung saya hanya bermain 2 kali karena sistem gugur, pertandingan pertama saya menang dan pertandingan kedua saya kalah saya bermain di nomer pertandingan tunggal putra pemula pada saat itu. Setalah kompetisi ini selang beberapa bulan kemudian banyak kompetisi yang diadakan di tingkat provinsi seperti pada kejuaraan daerah, piala candra wijaya yang diikuti 5 negara, indocafe cup, milo cup, kejuaraan tingkat kabupaten, dan o2sn. Walaupun banyak kompetisi yang di selenggarakan namun untuk tingkat provinsi saya belum bisa berbicara karena selalu pertandingan yang kedua saya melawan pemain yang sudah di sidik (diunggulkan) hehehe sehingga langkah perjalanan saya terhenti tetapi saya sangat senang dalam menekuni hobi ini karena sering mengikuti kompetisi. Di tingkat kabupaten se-labuhan raya saya bermain di dua nomer yaitu tunggal putra pemula dan ganda putra pemula namun langkah juga terhenti di babak perdelapan besar dan bertemu dengan yang selalu juara hhehe. Di tingkat kabupaten saya bermain 2 nomer juga yaitu ganda putra dan ganda campuran dan alhamdulillah hasilnya bagus juara 2 ganda putra dan juara 1 ganda campuran. Hobi ini saya geluti selama SMP atau 3 tahun dengan lumayan prestasinya namum kemudian karena terlalu di bebani atau di targetkan juara membuat saya menjadi terbebani dan males untuk berlatih kemudian saya memutuskan untuk berhenti berlatih dan pelatih maupun yang lain mencoba untuk mengajak saya untuk bergabung lagi tetapi saya tidak mau mungkin ini hal terbodoh yang saya lakukan setelah lulus SMP saya memutuskan untuk sekolah di luar daerah saya karena saya selalu di ajakin untuk bergabung di bulutangkis lagi.
            Tamat SMP saya bingung mau sekolah dimana karena jika saya sekolah di daerah saya, saya bosan dengan ajakan dari pelatih bulutangkis maupun yang lainnya. Setelah pendaftaran SMA sederajat di buka saya di tawarkan oleh abang (kakak laki-laki) saya untuk bersekolah dan berlatih voli di tempat latihannya sewaktu selesai SMA dulu dan kebetulan ada sekolah yang dekat dari tempat latihannya tersebut. Walaupun saya belum pernah memegang bola voli tetapi saya tetap nekat untuk berlatih dan bersekolah disana dikarenakan mungkin faktor saya tidak lagi berminat bulutangkis. Pertama saya masuk tempat latihan tersebut saya merupakan salah satu orang yang paling pendek sehingga membuat saya menjadi minder dan sempat terlintas di pikiran saya untuk kembali lagi bersekolah didaerah saya atau mencari sekolah dan kos yang lain . Tetapi nasi sudah menjadi bubur saya sudah di daftarkan di sekolah dan sudah dimasukkan di tempat latihan tersebut dan juga kos disitu. Jujur saja bulan pertama saya minder dengan yang lain karena mereka sudah bisa voli dam postur tubuhnya lebih tinggi dari saya namun setelah sebulan berlalu saya menikmati setiap latihannya dan adanya masukan yang diberikan dari kakak saya dan pelatih tersebut sehingga rasa minder saya menjadi hilang sehingga saya semangat untuk berlatih. Setengah tahun berlalu atau satu semester di Sekolah Menangah Kejuruan kebetulan saya SMK dan Jurusan saya Teknik Gambar Bangunan, awal pembagian rapot semester satu saya sempat di marah dan dilarang bermain voli karena libur saya lumayan banyak hehehe tetapi nilai saya tidak jelek jelek amat pada saat saya kelas 10 semester 2 ada kejuaraan 02SN tingkat provinsi kemudian saya terpilih dari salah satu pemain perwakilan kabupaten walaupun posisi saya dulu yaitu libero padahal keinginan saya yaitu menjadi spike namun pelatih saya berkata lain: kalau untuk spike kemampuan kamu masih kalah dengan senior seniormu postur tubuh juga kalah namun kebetulan passing saya sedikit lebih bagus dari senior senior saya sehingga pelatih membutuhkan saya sebagai libero dan saya sangat merasa senang karena bisa bermain di tingkat provinsi bersama tim saya yang merupakan senior kelas 11 maaupun 12. Setelah saya terpilih saya memberitahukan kepada orang tua saya dan orang tua saya merasa senang karena saya bisa di bilang masih awam namun bisa terpilih. Pada saat kejuaraan itu tim kita berhasil menjadi runner up.
            Saat kelas 11 semester 2 teman seangkatan saya sudah sering di ajakin desa lain untuk membantu timnya atau yang sering kita dengar yaitu dengan kata TARKAM yang menghasilkan bayaran, sehingga membuat saya berkecil hati karena saya belum ada yang ngajakin tarkam, namun melihat saya seperti ini pelatih saya sering memberikan masukan dan motivasi yang membangunkan semangat saya dan Alhamdulillah kelas 12 saya yang tadinya hanya sebagai libero dan saya menjadi yang saya inginkan yaitu spike. Pertama kali saya main tarkam saya diberikan job dari pelatih saya dan alhamdulillah tidak mengecewakan hasilnya dan saya diberi bayaran yang bagi anak sekolahan sudah lebih dari cukup dari situ saya sering di ajakin untuk bermain membela desa yang membawa saya. Dan hal yang menurut saya paling berharga ketika saya di ajak bermain di provinsi sumatera barat untuk pertama kalinya saya kesana hehehe walaupun hasilnya kita kalah tapi alhamdulillah ketika banyak yang tau kalau saya masih duduk dibangku sekolah mereka kagum kepada saya dan saya mendapatkan sambutan, jamuan dan bayaran yang diluar dugaan saya selang beberapa bulan saya di ajakin bermain di ACEH bersama senior saya ini juga hal yang membanggakan bagi saya dan keluarga sehingga saya bisa memberikan barang kecil kepada orang tua dan adk saya. Kemudian saya lulus SMK dan saya melanjutkan di UNIVERSITA NEGERI SEMARANG sampai saat ini saya juga masih menggeluti permainan bola voli dan saya juga bergabung di UKM Bola Voli UNNES (Juliyan-163)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts

Sponsors

Pages