Assalamualaikum wr wb
Sebuah
perjuangan masuk PTN Jurusan PJKR
Pada
kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang pejuanagan saya masuk PTN
Jurusan PJKR. Sejak SMA sama ingin melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih
tinggi lagi, yaitu masuk perguruan tinggi (kuliah). Pada saat itu saya berharap
bisa masuk PTN Jurusan PJKR, pada saat itu kenapa saya memilih jurusan PJKR?
karena saya termotivasi oleh kakak kelas saya. Dan pada saat itu dia juga kakak
tingkat saya latihan karate. Naah, dari sinilah saya mulai menyukai olahraga,
bukan menyukai sih lebih tepatnya, karena saya dari kecil sudah suka olahraga.
Lebuh tepatnya ingin memperdalam semua ilmu/bidang olahraga.
Pada saat SMA
saya mulai menggeluti/mengikuti ekstrakurukuler olahara Karate, saat itu ada
kakak-kakak masuk ke kelas kelas untuk mem[rpmosikan ekstrakurikuler di sekolah
saya. Entah kenapa saya lebih tertarik pada olaharaga karate. Nah mulai saat
itu saya ikut daftar ekstrakurikuler karate. Hari yang di tunggu-tunggu telah
tiba, yaitu latihan karate perdana ekstrakurikuler di SMA saya. Pada saat itu
banyak siswa yang mengikuti, tapi semakin lama semakin sedikit. Dan saya masih
berlatih juga. Dengan seirimg waktu, saya mengikuti ujian sabuk untuk kenaikan
sabuk/beralih ganti sabuk ke level yang tinggi. Setelah itu saya juga sering
mengikuti kejuaraan karate. Kejuaraan
pertama saya alhamdulillah saya mendapatkan juara 3. Waktu berlanjut saya
sering mengikuti kejuaraan dan ada yang juara dan ada yang gagal. Pada saat SMA
saya telah menggumpulkan sebanyak 5 medali dari kejuaraan yang saya ikuti, baik
tingkat kabupaten, karisidenan, maupun provinsi. Inilah sedikit cerita dan
pengalaman saya selama menikuti ekstrakurikuler karate di SMA.
Kelas 3 SMA
telah tiba, dimana saya di pusingkan dengan berbagai jenis ujian yang salah
satunya tersulit yaitu Ujian Nasional. Selain itu saya juga di pusingkan dengan
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada saat telah di buka pendaftaran
masuk PTN, saya langsung bergegas mendaftarkan diri. Pertama saya mendaftar PTN
UNNES melalui jalur prestasi, yaitu dengan mengaupload piagam atau sertifikat
juara yang ia punyai. Pada saat itu saya memanfaatkan piagam juara saya untuk
mendaftarkan ke UNNES dengan pilihan saya yang pertama adalah jurusan PJKR.
Sembari menunggu pengumuman saya berdoa supaya di loloskan, dan mecai info tentang
PTN UNNES atau yang lainnya. Hari pengumuman telah tiba, saat itu saya langsung
mengecek info, dan hasilnya saya belum lolos (gagal) dan saat itu saya sedikit
kecewa dan sedih. Tapi tak apa. Masih banyak jalan menuju Roma, eehh PTN
masudnya.
Jalur pendaftaran
PTN selanjutnya yaitu SNMPTN, pada saat itu juga saya mendaftar, pada
kesempatan kali ini, saya juga memanfaatkan piagam saya. Pada kesempatan ini
saya sangat berharap bisa lolos Seleksi SNMPTN. Persyaratan yang di kumpulkan cukup banyak dan cukup rumit,
salah satunya yaitu mengurusi piagam, harus legalisir. Pada saat itu saya
sering bolos sekolah demi megurusi legalirisan piagam yang bolak balik sekolah
dan kantor pengurus cabang. Waktu itu pilihan pertama saya UNNES Jurusan PJKR.
Waktu pengumuman telah tiba, pada saat itu saya sangat yakin sekali bisa lolos
jalur Seleksi SNMPTN ini. Tapi pada kenyataannya Allah berkendak lain, say
belum lolos juga. Saat itu saya sangat sedih sekali sekaligus frustasi dan
tidak mau dafrar kuliah lagi. Setelah itu saya dapat pencerahan dari keluarga
saya, ada yang menyuruh saya untuk kulian, dan ada juga yang menyuruh saya ikut
tes Kepolisian. Cukup butuh waktu yang lama saat itu saya untuk mrmikirkan hal
tersebut. Dan saya memutuskan lagi untuk mendaftarkan diri seleksi SBMPTN. Dan
saya daftar, saya juga melilih jusan yang sama, yaitu PJKR. Tapi waktu itu
pilihan saya yang pertama adalah UNS dan pilihan kedua UNNES. Sembari menunggu
hari tes, pada saat itu saya mulai melatih fisik saya dan latihan beberapa tes
yag akan di teskan pada hari H. Hari tes telah tiba. Saya menikuti tes di
UNNES. Langsung saja ya, hehehhe.... pengumuman telah tiba, saya langsung
mengecek, dan alhasil saya belum lolos juga. Pada saat itu rasa sedih ada, tapi
tidak terlalu sedih pada saat pengumuman SNMPTN.
Masih banyak
jalur seleksi untuk menuju PTN impian, salah satunya yaitu seleksi mandiri yang
di adakan oleh UNS. Sama seperti sebelumnya. Saya juga memilih jurusan yang
sama, yaitu jurusan PJKR. Waktu saya juga ikut mendaftarkan diri, sistem yang
di gunakan yaitu hasil tes SBMPTN akan di adu dengan peserta lainnya. Hari
pengumuman telah tiba juga. Saya langsung bergegas membuka hasil pengumuman,
dan sama dengan hasil sebelum-sebelumnya, saya masih belum lolos juga.
Pada saat itu,
semangat saya sedkit menurun. Tapi saya memaksakan diri untuk mengikuti seleksi
yang terakhir, yaitu seleksi mandiri UNNES. Saya juga mendaftar memilih jurusan
PJKR juga. Pada saat itu saya kurang antusias pada saat mendaftar. Tetapi
keluarga saya masih semangat dalam mensupport saya untuk melewati tantangan
ini. Waktu tes telah tiba. Saya mengikuti tes di UNNES juga. Pada saat tes
keterampilan, performa saya sedikit menurun di bandingkan pada saat tes SBMPTN.
Tapi saya sangat yakin pada tes tertulisnya, hasilnya pasti baik hehhe... hari
pengumuman telah telah, saya langsung bergegas menuju warnet untuk melihat
hasil saya. Dengan rasa deg-degan saya membuka, dan alhamdulillah kali ini
Allah telah menjawab doa kedua orang tua saya dan saya lolos seleksi mandiri
UNNES dengan jurusan PJKR. Dan alhamdulillah orang tua saya sangat senang
mendengar kabar baik ini.
Setelah
memasuki UNNES saya juga melanjutkan hobi saya, yaitu melanjutkan UKM karate.
Tapi pada saat itu saya sangat kecewa, di ukm karate ini tidak ada yang
pelatihnya, yang ada cuma kakak tingkat yang melatih. Naah mulai saat itulah
saya malas mengikuti ukm lagi, karena saya merasa kurang berkembang karena
tidak ada pelatihnya.
Itulah sedikit
cerita dan pengalam saya selama memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Semoga bermanfaat
dan menginspirasi. Salam Olahraga!!! Jaya!!!( Dwi/168)
Wassalamualaikum wr
wb






Tidak ada komentar:
Posting Komentar